Video Clip Ayo Kawan



Link video https://youtu.be/njgKvPEE_yU

Akhirnya kami keluarkan video klip terbaru yang sebenernya gak baru, hehehe, soalnya udah jadi dari awal tahun 2018, kami persembahkan single dan video klip yang berjudul "ayo kawan" ini untuk para pencinta akustik musik, ya, ini lagu buat akustikan.  Lagu ini bercerita soal persahabatan, dimana yang kami tahu adalah sahabat yang selalu ada untuk kamu dan selalu mendukung disaat sedang gabut dan sulit, tapi kadang mereka malah gak ada pada saat kita sedang senang, well itulah nilai seorang sahabat, yang bahkan lebih kental dari darah.

Gak ada alasan khusus kenapa kami keluarkan video klip ini di hari terakhir di tahun 2018, cuma asik aja ada konsep awalan di akhir, 2018 for 2019.

Lounching sederhana kami pun hanya acara rekam video di hape di studio 90 cibubur bersama sahabat kami "Soft-X" yang kemungkinan di 2019 akan membuat kejutan bersama, let's see.

Met taon baru masehi buat kalian, semoga kita selalu kan berjumpa di setiap kesempatan, harap markoem.

Markoem New Single on December 2018



Bulan desember 2018 Markoem akan mengeluarkan single yang berjudul “Ayo Kawan” yang di cover dari band Target Operasi di album A.C.I yang di rilis C-pro Record di tahun 2005, single ini berkonsep akustik, kami mencoba membuat sebuah lagu yang bisa di mainkan hanya dengan gitar dan vocal saja, akan kami bagikan secara gratis mp3 dan videonya di website resmi kami, sekaligus juga sebagai pembuka karya kami selanjutnya di tahun 2019, split album dengan beberapa band keren dan full album Markoem yang ke 2 di tahun 2019.

Beberapa hal dan situasi yang sedikit menghambat karya kami yang seharusnya sejak dari 2016 sudah di keluarkan, tapi gak akan membuat kami berhenti dan terus berkarya.


#markoem #harapmarkoem #markoeminaja #ntarjugalomarkoem

Obrolan Pojokan #2 Tentang Gig Kolektif




Diskusi Pojokan kali ini adalah pembahasan tentang gigs kolektifan berdasarkan pengalaman yang pernah kami ( yang lagi ngobrol : Markoem & Robby Peluru Kendali) alami dari tahun 1997, dimana kami mengenal dunia underground dan mulai ikutan gigs, dan setau kami yang pada saat itu lagi coba-coba sok tau, kalo yang namanya kolektifan adalah di mana beberapa band patungan untuk mengadakan gigs dan bersama mereka menghitung berapa biaya yang harus di keluarkan secara transparan oleh penyelenggara dan biasanya penyelenggara diambil dari anggota salah satu band yang ikut kolektifan juga.  Apabila ada hasil dari tiket, untung atau rugi akan di bagikan rata atau kembalikan pada band yang patungan tersebut, apabila penyelenggara tidak memungut tiket, maka para band yang patungan itu sudah siap dan memang sudah tau biaya yang mereka keluarkan untuk gigs tersebut tidak akan kembali, karena pas-pasan hanya cukup untuk bayar tempat dan alat saja, yang penting semua senang.

Kolektifan di ambil dari kata dasar kolektif yang artinya secara bersama atau secara gabungan.  Sebelum adanya kolektifan, banyak penyelenggara gigs underground mengunakan sistem audisi, jadi band yang ingin tampil harus bayar biaya audisi dan di seleksi oleh penyelenggara, buruknya banyak konspirasi yang terjadi, yang lolos audisi hanya kalangan teman-teman penyelenggara saja, yang akhirnya menimbulkan kekecewaan walaupun tidak semua penyelenggara seperti itu, dan akhirnya munculah “fuck audisi” dan konsep kolektifan yang lebih fair dan nyaman buat band-band untuk tampil.
Tetapi saat ini banyak gigs yang mengatasnakamakan kolektifan, karena setelah dana terkumpul oleh penyelenggara, mereka tidak transparan dalam membeberkan hasil yang mereka dapat, apakah ada keuntungan atau kerugian, padahal penyelenggara memungut biaya tiket.
Ada lagi gigs dari komunitas yg mengatasnamakan Event Organizer underground gak jelas, mereka membuat gigs dengan mengundang band yang sudah terkenal di kalangan underground, lalu mereka menarik band-band lain untuk kolektifan dengan harga tertentu dengan spesifikasi harga kaya menu di restoran. 

Guest Star : nominal paling gede, bisa milih jam maen jam brp aja, bisa datang telat tapi tetep di utamain.
Featuring : nominal sedeng-sedeng aja, bisa milih jam juga di spare waktu tertentu, klo datang telat cuman di cemberutin. 
Registrasi : nominal rata-rata, kaga bisa milih jam, terus kadang di kasih maen pagi klo datang telat band di coret kaga bisa maen.

Nah, sudah di kenakan spesifikasi di atas band juga harus menjual tiket dengan jumlah yang di tentukan penyelenggara (share tiket).

Ada banyak juga yang bikin gigs dari band tertentu dengan konsep lounching album atau showcase, tapi mereka menarik band-band yang ingin berpartisipasi dengan cara kolektifan berembel embel suport, tetapi memang tidak di pungkiri banyak peminatnya.

Hal tersebut diatas menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dalam benak kami, apakah sampai seperti itukah kehausan akan gigs dari para band-band underground??? , dan konsepsi seperti apa gigs kolektifan underground itu sebenarnya???, dan sebenarnya kami pun masih bingung dengan fenomena ini...

Mari kita jadikan gigs kolektifan seperti konsep awal lagi, saling menghargai dengan kejujuran apa adanya.

Markoem & Robby Peluru Kendali

Obrolan Pojokan #1 Tentang Efek Gitar


Pada kesempatan ini kami mau membahas sedikit mengenai pengenalan dasar tentang efek gitar yang biasanya menjadi keharusan untuk para gitaris miliki (walaupun ada sebagian orang yang masih minjem), Karena pemilihan efek juga berguna untuk membuat karakter/ciri khas dari band itu sendiri. Berikut sedikit penjabaran efek-efek apa aja sih yang biasanya dipake para gitaris menurut obrolan kami…

Distorsi / Distortion adalah efek yang memiliki suara yang lebih intens daripada overdrive dan bahkan menghilangkan suara asli gitar listrik lebih jauh. Distortion memliki tingkatan mempoduksi dan mempertahankan gain yang lebih tinggi.

Overdrive, pedal jenis ini memberikan tekanan atau dorongan (boost) yang akan menekan amplifier sehingga menghasilkan distorsi, overdrive adalah efek yang paling halus, suara overdrive mensimulasikan suara tabung amplifier ketika suara tersebut berubah menjadi lebih keras, hal tersebut memungkinkan pemain gitar untuk mendapatkan suara yang lebih panjang.

Fuzz adalah versi lebih ekstrem dari distortion, Pedal fuzz juga lebih besar dan kurang halus dibandingkan dengan overdrive dan distortion. Fuzz juga menambahkan banyak suara ekstra untuk gitar, sehingga apabila pemain membiarkan senar yang sedang tidak dimainkan mereka akan mendapatkan suara feedback.

Efek Delay adalah pengembangan dari echo klasik, Fungsinya adalah untuk mengulang suara dengan selang waktu tertentu. Contoh-contoh efek delay : Tap Delay, Pingpong Delay, Hold Delay, BPM Delay, dan lain sebagainya. Efek delay biasanya diletakkan diakhir rangkaian efek, dan pada multi efek digital, biasanya efek delay digabung dengan efek reverb.

Compresor berfungsi sebagai pembatas atau penekan suara yang berlebihan dan juga menaikkan suara yang terlalu rendah, jadi garis besarnya efek ini berfungsi untuk pembatas suara agar tidak berlebihan dan kekurangan.

Efek Reverb ini digunakan untuk menghasilkan efek suara seperti seolah anda sedang berada di ruang tertutup seperti hall atau lainnya. Sehingga terdapat suara gema yang memantul. Reverb ini secara tidak langsung memberikan sebaran suara sehingga ruang dengarnya tidak begitu kosong, tetapi ditutup secara halus oleh efek Reverb. Efek Reverb ini sering dikombinasikan dengan efek Delay. Jika efek Reverb ini diset terlalu tinggi, maka suara yang dihasilkan akan seperti berada di dalam air.

Nah… sedikit tidaknya penjelasan diatas bisa memberikan gambaran tentang efek standar yang biasa digunakan oleh para gitaris, walaupun gak begitu details tetapi cukup menjelaskan, Tinggal di kembangkan aja, Jadi kalo kalian udah ada budget dan pingin bikin tone karakter sendiri, silahkan dipikirin jenis efek apa aja yang kira-kira kalian butuhin dan sesuai dengan budget, cuma satu kata-kata bijak dari kami “Harga Gak Akan Bohong”

Tyo Aris Markoem

Jiexpo Main Stage 2018


Untuk kami momen satu ini merupakan sebuah kehormatan karena bisa merasakan satu panggung dengan Mongkey Boots dan Endank Soekamti, apalagi di akhir gig kami bisa kolaborasi dengan vokalis dan bassis dari Monkey Boots, yaitu Mr. Djenggo dan Sake, walau hanya sebentar tapi cukup menguras stamina juga main di acara ini, disamping panggung yang sumpah gede banget, di depan juga penonton ( Big Monkey dan Kamtis ) sudah berkerumun, kami cuma bisa teriak dan bilang " salam kenal dari Cibubur" yang selalu kami ucapkan, harap markoem deh namanya juga gregori... ini merupakan momen yang luar biasa, gak pernah niat, gak pernah mimpi dan gak pernah nyangka kalo kesempatan ini bisa datang merapat dan jadi kenyataan ( hahahaha lebay ) yang pasti hal ini menjadi bahan bakar plus booster untuk kami melanjutkan album ke 2 kami yang tertunda, thx semuanya yang sudah menghargai musik lokal kalian, BIG SUPPORT...!!!!

#harapmarkoem #ntarjugalomarkoem

Buatlah Karya Walaupun....

Di bulan mei 2018 akhirnya markoem mulai muncul lagi, setelah main di beberapa gig skena seperti "punk2an ala kita" kami diberikan kesempatan lagi buat ngisi di acara Jiexpo Kemayoran tepatnya di panggung budaya gambir expo, bersama dengan band2 yang luar biasa keren2.  walau masih banyakan bawain lagu cover kami coba2 nyanyi lagu sendiri, kali aja bisa diterima sama pendengar umum.


lanjut obrolan diatas, fokus membuat karya tetap menjadi tujuan utama kami, walau agak banyak halangan yang melintang yang seharusnya kami sudah merampungkan album ke 2, kami mulai masuk jadwal rekaman, semoga bisa seterusnya menghasilkan karya untuk industri musik di Indonesia, minimal untuk kami sendiri.


cheers, mkm 2018

Reformasi Markoem 2014 - 2018


Reformasi didalam band sudah menjadi hal yang wajar layaknya reformasi pada kabinet pemerintah

Form 1

atas kiri kanan  : Tyas dan Tyo
bawah kiri kanan : Argit dan JD


Form 2

Kiri kanan  : Argit, Ibenk, JD dan Tyo



Form 3

Kiri Kanan  :  JD, Ibenk, Tyo



Form 4

Kiri Kanan   :  Arie - Tyo - JD




#harapmarkoem    2018

Video Clip Ayo Kawan